Polisi

Polisi Temukan Tabung Whip Pink Di Kamar Lula Lahfah

Polisi Mengungkapkan Adanya Temuan Barang Bukti Berupa Tabung Berwarna Pink Di Kamar Apartemen Lula Lahfah. Penemuan ini memicu berbagai pertanyaan dan spekulasi di masyarakat mengenai peran tabung tersebut dalam peristiwa yang menimpa influencer muda ini.

Keterangan resmi di sampaikan oleh Kasat Reskrim Polisi resort Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohammad Iskandarsyah, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (30/1/2026). Iskandarsyah mengungkapkan bahwa tabung berwarna pink tersebut di temukan di kamar Lula Lahfah saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

Barang bukti itu kemudian di pastikan berasal dari milik Lula melalui pemeriksaan DNA dan perbandingan dengan keluarga terdekat. Meski demikian, Iskandarsyah tidak merinci merek tabung maupun cara penggunaannya secara langsung. Yang di pastikan adalah kabinet kecil tersebut mengandung gas nitrous oxide (N₂O) berdasarkan pengujian terhadap produk yang identik dengan tabung yang di temukan Polisi.

Apa Itu Whip Pink?

Tabung pink yang menjadi pembicaraan publik ini di kenal sebagai Whip Pink produk kuliner yang berisi gas nitrous oxide, atau sering di sebut gas tertawa. Secara sah, gas ini digunakan sebagai charger untuk menghasilkan whipped cream dan topping krim di hidangan pencuci mulut. Dalam konteks kuliner, gas N₂O di pakai untuk mengembang dan menstabilkan krim sehingga teksturnya lembut dan menarik.

Namun, belakangan Whip Pink juga menjadi sorotan negatif karena penyalahgunaan yang kerap terjadi, terutama di kalangan anak muda. Gas nitrous oxide ini kadang dipindahkan ke dalam balon dan dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat, fenomena yang dikenal sebagai “ngebalon” di Indonesia. Efek ini bersifat sementara dan dapat menimbulkan ketergantungan psikologis.

Spekulasi Publik dan Penjelasan Polisi

Sejak kematian Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, warganet dan media sosial ramai mengaitkan tabung Whip Pink. Dengan kemungkinan penyalahgunaan gas tertawa sebagai penyebab meninggalnya influencer ini. Beberapa lapisan masyarakat bahkan mengaitkan langsung tabung pink dengan skenario overdosis atau penggunaan zat berbahaya.

Menanggapi spekulasi tersebut, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak menarik kesimpulan prematur. Pihak Humas Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan bahwa penyidik hingga kini belum menemukan bukti kuat mengenai penggunaan gas tertawa di lokasi kejadian yang berhubungan langsung dengan kematian Lula. Temuan barang bukti masih dalam tahap pemeriksaan dan uji laboratorium forensik di Bareskrim Polri.

Penyelidikan Forensik Masih Berlanjut

Menurut laporan, seluruh barang bukti dari lokasi kejadian telah di serahkan ke Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri untuk di analisis lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa proses ini penting di lakukan untuk mendapatkan hasil yang sahih dan bisa di pertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil pemeriksaan forensik belum di umumkan secara resmi.

Penyelidikan ini mencakup pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan CCTV, serta analisis barang-barang yang di temukan di sekitar kamar apartemen Lula Lahfah. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk memahami aktivitas terakhir korban sebelum di temukan meninggal.

Hingga Kini Belum Ada Tanda Kekerasan

Sebelumnya, penyidik juga menyampaikan bahwa dari olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan jenazah. Tidak di temukan tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh Lula. Dokter yang menangani menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena kehabisan napas atau gangguan pernapasan, dan bukan karena tindak pidana. Atas permintaan keluarga, autopsi tidak di lakukan.

Pesan Kepada Publik

Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya menunggu hasil penyelidikan yang komprehensif dan berbasis data forensik. Informasi awal mengenai penemuan barang bukti seperti Whip Pink bisa memicu spekulasi, namun polisi menegaskan perlunya pendekatan ilmiah untuk memastikan sebab utama kematian. Hingga hasil resmi dari laboratorium keluar, semua dugaan tetap bersifat sementara.